LKPP Duduk bersama Penyedia Kendaraan Bermotor bahas pembatasan VIN kendaraan

03 Januari 2019 03:13

Bandung - Subdit Pengelolaan Katalog lakukan monitoring evaluasi produk katalog elektronik kendaraan bermotor di hari terakhir dalam rangkaian sepekan kegiatan klarifikasi evaluasi dan negosiasi dengan penyedia katalog elektronik.

Kali ini evaluasi yang dilakukan bersama dengan seluruh penyedia komoditas kendaraan bermotor di Hotel El Royale Bandung. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Subdit Pengelolaan Katalog, Dwi Satrianto yang di dampingi dengan Kepala Seksi Evaluasi Katalog Sri Aditya Nurpratama.

Pada diskusi tersebut Dwi Satrianto menyampaikan fokusnya akan tahun pembuatan atau VIN (Vehicle Identification Number) produk kendaraan yang tayang pada katalog elektronik. Pasalnya Pengelolaan Katalog akan menindaklanjuti rencana untuk menuruntayangkan produk kendaraan dengan VIN sebelum tahun 2018.

Gagasan tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2012 tentang kendaraan. Meski begitu, LKPP tetap akan mengakomodir bagi penyedia yang masih memiliki stok kendaraan dengan VIN sebelum tahun 2018, tentunya dengan menyampaikan data produk secara resmi yang ditujukan kepada Direktur Pengembangan Sistem Katalog.


Lihat juga : Katalog Lokal : Pemkot Bandung Umumkan Jadwal Pemilihan Penyedia Katalog


Lalu bagaimana jika penyedia tidak menyampaikan data stok dengan VIN sebelum 2018? maka, jelas tim Pengelolaan Katalog akan menuruntayangkan produk yang ada pada Katalog Elektronik. Aturan yang nantinya akan mulai diterapkan pada 2019 ini dipaparkan langsung oleh Kepala Subdit Pengelolaan Katalog dihadapan para penyedia katalog elektronik kendaraan pada Jumat (30/11)

Berharap dengan menyepakati bersama dari hasil pertemuan dengan para penyedia, LKPP mampu mengakomodir berbagai suara akan kebutuhan yang ada melalui kebijakan yang dikeluarkan. (Ai)