Hemat 230 Miliar lewat e-katalog, Menteri Jonan Berterima kasih ke LKPP

04 Agustus 2015 10:04

Ungaran – Menteri Perhubungan Ignasisus Jonan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) atas pengadaan melalui LKPP yang bisa menghemat  230 miliar tanpa tender, saat meresmikan perakitan 1000 bus rapid transit di Karoseri Laksana, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (29/07).

"Ini adalah pengadaan pertama dari Kementerian Perhubungan yang nilainya besar sekali. Nilai pagunya Rp 1,4 triliun, nilai transaksinya Rp 1,17 triliun. Artinya bisa menghemat Rp 230 miliar tanpa tender. Atas nama pemerintah, saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman LKPP" kata Jonan.

Pengerjaan 1000 bus Rapid Transit ini dilaksanakan oleh tujuh karoseri, Karoseri Laksana mengerjakan 350 bus, kemudian Karoresri Rahayu Sentosa 200 bus, Karoseri Tentrem 150 bus, Karoseri New Armada 100 bus, Karoseri Trisakti 100 bus, Karoseri Restu Ibu Pusaka 50 bus, dan Karoseri Piala Mas 50 bus. 

Jonan berharap agar nantinya semua bus yang dibuat oleh tujuh karoseri standard an kualitasnya sama agar perawatannya bisa mudah dan tidak boros. Selain itu dirinya menjelaskan bahwa pihaknya akan lebih banyak memasukan produk dalam e-katalog LKPP agar proses pengadaannya lebih efisien.

"Saya harapkan kualitasnya semua standar dan setara dari tujuh karoserinya dan sebisa mungkin perawatannya bisa mudah. Ini akan mengurangi pemborosan biaya pengoperasian. Menurut saya ini penting sekali," tegasnya.

"Sejak awal Presiden Joko Widodo telah mengarahkan bahwa proyek yang dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)  menggunakan e-catalog yang dikelola LKPP. " lanjutnya.